Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 27 Feb 2026 04:36 WITA

Dugaan Keracunan Program MBG, Dapur SPPG Karangmekar 002 di Cimahi Ditutup Sementara


 Dugaan Keracunan Program MBG, Dapur SPPG Karangmekar 002 di Cimahi Ditutup Sementara Perbesar

Cimahi, CNN Celebes – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 di Kota Cimahi ditutup sementara setelah muncul dugaan keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa. Hingga Kamis (26/2/2026), tercatat sebanyak 43 orang harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memastikan operasional dapur SPPG Karangmekar 002 sebagai distributor program MBG dihentikan sementara menyusul bertambahnya jumlah korban yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu tidak boleh operasional,” kata Ngatiyana di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Kamis (26/2/2026).

Ngatiyana menjelaskan, berdasarkan data sementara yang diterima pemerintah daerah, total 43 pasien kini masih dalam penanganan tenaga medis akibat gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang dirawat di RSUD Cibabat, lima orang menjalani perawatan di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya dirawat di RS Dustira. Mayoritas korban merupakan peserta didik dari jenjang TK, SD, hingga SMP.

Selain siswa, satu orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, sehingga turut menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

Pemerintah Kota Cimahi saat ini masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut guna menjamin keamanan distribusi program MBG ke depannya. Informasi awal terkait kejadian ini dilansir dari laman Facebook Srikandi Indonesia. (*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kasus Campak Meningkat, Tujuh Daerah di Sulsel Ditetapkan KLB

13 April 2026 - 06:18 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Makassar Bantah Isu Pembatasan Antrean 25–30 Orang per Hari

14 Februari 2026 - 04:24 WITA

Trending di Kesehatan