Teheran, CNNCelebes – Pemerintah Iran resmi mengumumkan masa duka nasional selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat pada usia 86 tahun. Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran stasiun televisi pemerintah Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), Sabtu (28/2/2026).
Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa Khamenei meninggal dunia setelah peristiwa serangan yang dikaitkan dengan konflik militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Dalam laporan tersebut, Khamenei disebut sebagai “martir”, istilah yang kerap digunakan dalam narasi resmi Iran untuk tokoh yang wafat dalam situasi konflik.
Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut. Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan komitmen untuk tetap menjaga stabilitas nasional serta menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Perkembangan ini langsung menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memengaruhi dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah memanas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Informasi terkait kabar wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dihimpun dari sejumlah laporan media internasional, antara lain CNBC Indonesia, BBC News, serta Al Jazeera. Hingga kini, perkembangan situasi regional masih terus dipantau oleh berbagai pihak.









