Jakarta, CNNCelebes – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas akan diperkuat melalui kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Gus Ipul menjelaskan, skema penyaluran yang sebelumnya mengandalkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) akan disinergikan dengan peran SPPG dalam proses pengolahan makanan. “Jadi selama ini kan dilayani oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) ya, nanti dilayani oleh SPPG, tapi yang mengantarkan itu teman-teman yang di Pokmas, nanti akan dilibatkan,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.
Ia memaparkan, menu makanan untuk lansia dan penyandang disabilitas nantinya akan dimasak di dapur SPPG, kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat oleh petugas Kemensos, termasuk para pendamping atau caregiver. “Direncanakan seperti itu, tapi kami akan masih matangkan dulu ya sehingga nanti dapurnya lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak lansia,” ujarnya. “Yang menyajikan makanan nanti SPPG, tetapi yang mengantarkan itu adalah petugas dari Kemensos termasuk caregiver,” tambahnya.
Melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kemensos menargetkan program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas dapat menjangkau antara 300.000 hingga 500.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Gus Ipul telah melakukan pertemuan dengan Kepala BGN Dadan Hindayana guna mematangkan integrasi program tersebut. MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas ini merupakan pengembangan dari program Permakanan yang selama ini dijalankan Kemensos.
Dalam skema yang berjalan saat ini, bantuan makanan siap santap disalurkan kepada lansia dan penyandang disabilitas melalui pendamping sosial dan Pokmas di daerah. Ke depan, pola nasional MBG akan dipadukan agar cakupan program semakin luas serta standar kandungan gizinya lebih terukur.
“Skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya (Permakanan) lebih luas dan standar gizinya lebih terukur,” ucap Gus Ipul usai pertemuan dengan Dadan, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Dadan Hindayana menilai keberadaan SPPG di berbagai wilayah akan mempermudah pelaksanaan program. Menurutnya, jaringan SPPG yang tersebar dengan radius rata-rata empat kilometer di setiap wilayah akan mempercepat distribusi layanan pemenuhan gizi kepada kelompok rentan.
“Dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 kilometer,” ujar Dadan.









