Jakarta, CNNCelebes – Studi internal yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian negara dari makanan yang terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mencapai Rp1,27 triliun setiap pekan. Temuan tersebut mendorong CELIOS merekomendasikan pemerintah untuk melakukan moratorium sementara guna memperbaiki tata kelola program.
Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menyampaikan bahwa berbagai persoalan dalam implementasi MBG masih menjadi perhatian publik, terutama dari kalangan orang tua siswa terkait kualitas dan penerimaan makanan yang dibagikan.
“Kalau kita membicarakan MBG memang tidak ada habisnya. Banyak sekali keresahan terutama dari para orang tua. Makanannya itu banyak yang dibuang dan belum ada yang bisa meng-capture sebenarnya loss-nya itu seberapa,” ujar Isnawati dalam konferensi pers, Senin (23/2).
Ia menjelaskan, pihaknya melakukan perhitungan untuk memperkirakan besaran potensi kerugian negara akibat makanan yang tidak dikonsumsi atau ditolak oleh siswa di sejumlah daerah. Perhitungan tersebut dilakukan sebagai gambaran awal untuk melihat efektivitas program dari sisi penyerapan dan manfaat langsung bagi penerima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Facebook Srikandi Indonesia, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat konsumsi makanan MBG, di antaranya rasa yang dinilai kurang sesuai, aspek kebersihan yang dianggap belum higienis, serta kualitas gizi yang dipersepsikan belum memenuhi harapan. (*)









