Makassar | CNN Celebes – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan rasa tidak puas bahkan kemarahan terhadap kondisi Makassar Creative Hub (MCH), salah satu program prioritas dalam inisiatif MULIA yang kini dinilai tidak berjalan dengan optimal dan mulai terlupakan.
Dalam acara Forum Perangkat Daerah Pemkot Makassar di Hotel Four Point by Sheraton Makassar pada Kamis (12/2/2026), Munafri menyatakan bahwa MCH yang seharusnya menjadi ruang kreatif dinamis dan inklusif kini tidak lagi responsif terhadap kebutuhan ekosistem kreatif kota.
“Saya sangat prihatin mendengar berbagai laporan tentang MCH. Seolah-olah program ini sudah terlupakan dan tidak mendapatkan perhatian yang layak,” ucapnya dengan nada tegas.
Kondisi fisik bangunan juga menjadi masalah serius, dengan beberapa fasilitas mengalami kebocoran. Menurutnya, kejelasan mengenai anggaran yang seharusnya digunakan untuk pemeliharaan masih belum jelas. “Bangunan sudah mulai rusak dan bocor, namun saya belum mengetahui dengan pasti di mana anggaran pemeliharaannya dialokasikan,” jelas Munafri.
Selain itu, lemahnya tata kelola juga menjadi sorotan utama. Beberapa kegiatan yang menggunakan nama MCH dinilai tidak melalui proses seleksi dan kurasi yang tepat, hanya sekadar menumpang nama untuk kepentingan sendiri. “Kegiatan-kegiatannya tidak terkelola dengan baik, cuma pakai stempel MCH saja. Padahal banyak yang lebih layak namun tidak dapat kesempatan karena sistem yang tidak transparan,” sindirnya di hadapan para pejabat Pemkot Makassar.
Ia menyesali bahwa program yang menjadi prioritas pemerintah kota justru tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Jika program-program kita yang utama saja seperti ini, bagaimana dengan program lainnya yang ada di bawahnya?” tandasnya.
MCH awalnya didirikan dengan tujuan menjadi wadah pertumbuhan bagi kreator dan pelaku industri kreatif di Makassar, yang seharusnya menjadi ruang yang hidup dan terus berkembang, bukan statis dan terlupakan.









