Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Apr 2026 13:49 WITA

Kapal Kargo atau Mesin Sedot Pasir 3 Nyawa Jadi Jawabannya


 Kapal Kargo atau Mesin Sedot Pasir 3 Nyawa Jadi Jawabannya Perbesar

Sanggau,CNN-CELEBES.COM — Sebuah insiden di perairan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Kapal yang disebut sebagai kapal kargo terbalik, tiga orang menjadi korban, namun fakta di lapangan justru membuka dugaan yang lebih dalam: apakah ini benar kapal angkut biasa, atau bagian dari aktivitas lain yang tidak dijelaskan.

Peristiwa itu terjadi pada 13 Maret  2026 dini hari di wilayah Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, tepat di depan jetty PT WAI Westerfield Alumina Indonesia, berseberangan dengan Dusun Tanjung Durian, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, kapal tersebut terbalik sekitar pukul 03.00 WIB saat sedang beroperasi. Tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan tenggelam.

Korban yang dilaporkan adalah Benget Situmeang, Yan Zhe, dan Shang Mingde. Informasi dari warga sekitar yang dihimpun tim Jurnalis Media Indonesia (JMI) DPD Kalimantan Barat menyebutkan bahwa dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang.

Namun cerita tidak berhenti di situ.Data kapal menunjukkan bahwa kapal JH 7 terdaftar sebagai general cargo (kapal kargo). Tetapi berdasarkan temuan di lapangan, kapal tersebut diduga digunakan untuk aktivitas penyedotan pasir di perairan tersebut.

Kejanggalan lain muncul dari sistem pelacakan kapal. Data AIS menunjukkan kapal ini tidak aktif selama kurang lebih 255 hari, tanpa tujuan pelayaran yang jelas. Dalam praktik pelayaran, kondisi seperti ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi aktivitas kapal.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Ketua JMI DPD Kalimantan Barat, Johandi, turun langsung bersama tim pada 30 hingga akhir April 2026. Hasilnya mengejutkan: aktivitas penyedotan pasir di lokasi tersebut masih terlihat berjalan.

Tidak hanya itu, hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa mayoritas pekerja di lokasi diduga merupakan tenaga kerja asing. Pekerja lokal ada, namun jumlahnya sangat minim dan hampir tidak terlihat dalam aktivitas utama.

Temuan lain yang tidak kalah penting, material pasir yang disedot diduga digunakan untuk kebutuhan penimbunan di area proyek PT WAI. Jika benar, maka muncul dugaan adanya keterkaitan antara aktivitas di perairan dengan kebutuhan industri di darat.

Upaya konfirmasi yang dilakukan JMI kepada pihak perusahaan tidak membuahkan hasil. Kantor didatangi, tidak ada penjelasan. Nomor kontak yang diberikan juga tidak memberikan respons. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Kini publik dihadapkan pada satu pertanyaan besar:
jika kapal ini benar kapal kargo, mengapa diduga digunakan untuk menyedot pasir?
Dan jika benar terjadi kecelakaan dengan korban jiwa, mengapa aktivitas di lokasi tetap berjalan.

JMI DPD Kalimantan Barat menegaskan akan terus mendalami kasus ini. “Kami melihat langsung di lapangan. Banyak hal yang tidak sinkron antara data dan fakta. Ini harus dibuka secara terang,” tegas Johandi.

Di balik perairan yang tampak tenang, tersimpan pertanyaan yang belum terjawab.
Kapal kargo… atau mesin sedot pasir?
Tiga nyawa mungkin telah memberikan jawabannya—tinggal siapa yang berani mengungkap kebenaran.

 

Sumber : JMI Kalbar

Editor  : Arfandi 

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jalur Dugaan Solar Subsidi Terungkap, Diduga Diangkut dari SPBU Ambawang ke Gudang di Pontianak Utara

12 Juli 2026 - 18:53 WITA

LSB Karuwisi Teguhkan Harmoni Adat dan Agama Lewat Tradisi Peca Barakka 10 Muharram

26 Juni 2026 - 20:47 WITA

Satu Kelurahan Masuk Zona Merah, Camat Tinggimoncong Ajak Semua Pihak Jaga Generasi Muda

25 Juni 2026 - 20:14 WITA

Gedung Baru Berdiri, Jalan Rusak Jadi Sorotan Warga

17 Juni 2026 - 22:48 WITA

Nama Lain Muncul dalam Sorotan Gudang Oli di Kawasan Pergudangan

14 Juni 2026 - 17:09 WITA

Truk Pengangkut Babi Melintas di Jalan Mayor Alianyang Menuju Sungai Ambawang, Pengendara Keluhkan Bau Menyengat

12 Juni 2026 - 00:33 WITA

Trending di Daerah