Kalbar, CNNCELEBES.COM – Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, terutama Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, memunculkan berbagai keluhan dari masyarakat.
Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Sejak listrik padam, media sosial dipenuhi unggahan warga yang mengeluhkan terganggunya berbagai aktivitas.
Mulai dari pekerjaan rumah, aktivitas usaha, hingga kekhawatiran terhadap bahan makanan yang membutuhkan pendingin.
Salah satu yang merasakan dampak langsung adalah Andi, pedagang ikan di Pontianak.
Ia mengaku kesulitan memperoleh es batu karena tempat produksi ikut berhenti beroperasi saat listrik padam. Akibatnya, ikan dagangannya sulit disimpan dalam kondisi tetap segar sehingga berpotensi mengalami kerugian.
“Habis, Bang. Saya jualan ikan pakai es batu. Sekarang es batunya tak ada yang jual gara-gara lampu mati. Jadinya saya merugi,” kata Andi.»
Sementara itu, Kak Yani, warga Desa Kapur Mekar Baru, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan pemadaman yang berlangsung cukup lama membuat berbagai pekerjaan rumah tangga tertunda.
Menurutnya, masyarakat berharap ada informasi yang lebih jelas mengenai penyebab gangguan dan kapan listrik akan kembali normal.
“Kalau kami telat bayar listrik, cepat ditagih, bahkan ada ancaman diputus. Sekarang listrik mati berjam-jam begini, kami juga bingung. Pekerjaan rumah banyak yang tak bisa dikerjakan,” ujarnya.»
Bagi masyarakat, listrik telah menjadi kebutuhan yang menunjang hampir seluruh aktivitas sehari-hari.
Ketika pasokan terhenti dalam waktu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan di rumah, tetapi juga memengaruhi roda perekonomian masyarakat kecil yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan listrik.
Hingga berita ini diterbitkan, pemadaman masih menjadi perbincangan luas di media sosial.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan, estimasi pemulihan, serta langkah-langkah yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.









