Gowa, CNN Celebes – Petugas pendamping sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan kegiatan ground check serta pembaruan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Dusun Kaleanassappu sebagai bagian dari proses validasi data penerima bantuan sosial tahun 2026.
Berdasarkan pantauan awak media CNN Celebes, pendamping sosial Rezki Amelia yang bertugas di Desa Bontobiraeng dan Desa Bontobiraeng Selatan terlihat mengunjungi salah satu rumah semi permanen milik Rahayu, warga Dusun Kaleanassappu, Desa Bontobiraeng Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, pada Rabu (27-2-2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rezki Amelia didampingi Ketua Kelompok PKH Sumarni Daeng Tanang. Rezki Amelia menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data KPM yang telah masuk dalam aplikasi SIKSMA Mobile melalui proses validasi dan verifikasi langsung di lapangan.
“Semua yang KPM itu, dari semua data itu, karena desilnya naik ke desil 5, ada juga (desil) 5 ke atas. Kan aturan barunya adalah penerima PKH dan sembako (BPNT) itu harus berada di desil 1 sampai 4,” jelas Rezki Amelia
Ia menambahkan bahwa mulai tahun 2026, khususnya pada tahap pertama penyaluran bantuan sosial, seluruh KPM yang masuk kategori desil 5 hingga 10 telah dilakukan graduasi oleh Kementerian Sosial.
“Iya, jadi semua yang di desil 5 keatas itu sudah tidak terima bantuan kemarin di tahap 1 ini. Jadi exclude karena pembaharuan desil,” ucap Rezki.
Meski demikian, Rezki menegaskan masyarakat yang terdampak exclude akibat perubahan desil masih memiliki kesempatan untuk mengajukan kembali melalui operator desa.
“Mereka (KPM) masih bisa mengusulkan untuk turun desilnya itu di operator desa. Jadi nanti kembali ke pendamping PKH, semisal sudah diterima terus masuk ke aplikasi SIKSMA, pendamping PKH yang datang untuk validasi, verifikasi kembali. Jadi prosesnya seperti itu,” ungkap Rezki.
Saat ini, lanjut Rezki, terdapat 33 data calon penerima bansos di Desa Bontobiraeng Selatan yang menjadi target pembaruan berdasarkan data yang masuk pada aplikasi SIKSMA Mobile.
“Kalau target pembaharuan desil di desa Bontobiraeng Selatan itu masih ada 33, ada juga yang bukan KPM. Jadi, ada yang masuk juga pengusulan penurunan desil dari desa juga. Jadi kami pendamping lakukan verifikasi, validasi kunjungi rumah, terus input datanya di aplikasi SIKSMA Mobile satu satu dari semua data itu,” ungkap Rezki.
Selain melalui operator desa, Rezki Amelia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin melakukan pembaruan data bantuan sosial dapat mengakses layanan melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial.
Sementara itu, Rahayu selaku warga yang dikunjungi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan pendamping sosial yang telah melakukan pengecekan langsung kondisi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada petugas pendamping dan pemerintah desa yang sudah datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi kami. Semoga bantuan sosial ini benar-benar tepat sasaran dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rahayu.
Kegiatan ground check ini diharapkan mampu memastikan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial sekaligus memperbarui data kesejahteraan masyarakat secara faktual berdasarkan kondisi riil di lapangan. (Della)









