Pontianak, CNNCELEBES.COM– Sebuah gudang yang berlokasi di Jalan Kota Baru Ujung, tepat di samping Apotek Berkat, menjadi perhatian masyarakat setelah terlihat dipenuhi tumpukan arang bakau (mangrove) dalam jumlah besar.
Dari pantauan di lokasi, arang bakau tampak menumpuk hingga memenuhi sebagian besar area gudang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul komoditas yang tersimpan, kapasitas penyimpanan, serta kelengkapan perizinan usaha yang dijalankan.
Keberadaan stok arang bakau dalam jumlah besar dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.
Pasalnya, pemanfaatan hasil hutan, termasuk yang berasal dari kawasan mangrove, memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat mendesak agar pihak berwenang melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan aktivitas penyimpanan dan distribusi arang tersebut berjalan sesuai aturan.
Transparansi terkait sumber bahan baku dan dokumen perizinan juga dinilai penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
“Kalau memang seluruh aktivitasnya legal dan sesuai aturan, tentu tidak ada masalah. Namun karena jumlahnya terlihat sangat banyak, wajar jika publik mempertanyakan asal-usul dan legalitasnya,” ujar seorang warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola gudang terkait jumlah stok arang yang tersimpan maupun dokumen perizinan yang dimiliki.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan memberikan penjelasan kepada publik demi menjaga transparansi serta kepastian hukum atas aktivitas usaha yang berlangsung di lokasi tersebut.









