Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 13 Feb 2026 22:04 WITA

Aparat Ungkap Identitas Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua


 Aparat Ungkap Identitas Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Perbesar

Jakarta | CNN Celebes – Aparat keamanan telah mengidentifikasi kelompok yang diduga melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air PK-SNR di Korowai Batu Airport, yang menewaskan seorang pilot dan kopilot, sebagai bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pihak penegak hukum menyebut pelaku berasal dari dua unit batalion KKB yang dikenal dengan nama Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani. Menurutnya, kedua batalyon ini dipimpin oleh Elkius Kobak, seorang tokoh yang berasal dari wilayah Yahukimo. Investigasi awal menunjukkan bahwa kelompok tersebut menyerang pesawat saat pesawat baru saja mendarat di bandara pada Rabu (11/2/2026)

Peristiwa itu terjadi tak lama setelah pesawat yang membawa 13 penumpang tiba dari Bandar Udara Tanah Merah di Papua. Saat serangan berlangsung, penumpang dan awak pesawat sempat berupaya menyelamatkan diri, namun kedua kru — pilot Kapten Enggon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro — kemudian menjadi korban tembakan dan meninggal dunia.

Pascainsiden, aparat gabungan TNI-Polri meningkatkan pengamanan di wilayah sekitar bandara dan mengerahkan tim untuk mengejar para pelaku.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa upaya penegakan hukum terus dilakukan secara profesional dan terukur untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta kelancaran operasi penerbangan di Papua Selatan.

Insiden ini memicu respons dari berbagai pihak. Komnas HAM mengecam keras tindakan penembakan tersebut sebagai pelanggaran hak hidup dan hukum humaniter, sekaligus mendesak dilakukannya investigasi independen. Sementara itu, sejumlah organisasi profesi penerbangan juga menyatakan duka cita atas jatuhnya korban dan menekankan pentingnya keselamatan awak serta penumpang di wilayah rawan konflik.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pencurian Helm di Makassar Terekam CCTV

5 Maret 2026 - 04:49 WITA

Dugaan Alih Fungsi Sawah Mengguncang Deli Serdang, GEMPAR SUMUT Pastikan Laporan Tak Berhenti di Meja Klarifikasi

5 Maret 2026 - 03:42 WITA

Terdakwa Kasus Perusakan dan Pembakaran Gedung DPRD Makassar Dituntut 1 Tahun Penjara

4 Maret 2026 - 21:53 WITA

Temukan Tas Berisi Uang Rp17 Juta, Tukang Servis Keliling Ditahan Polisi

2 Maret 2026 - 07:00 WITA

PBH LIN Sulsel Lantik 2 Pengurus Cabang Yakni DPC Maros dan Pangkep

14 Februari 2026 - 12:04 WITA

Bahlil Lahadalia : Izin Tambang Martabe ditinjau, Presiden Prabowo Minta Pemerintah Proporsional

11 Februari 2026 - 22:55 WITA

Trending di Hukum & Kriminal