Riyadh, CNN Celebes — Pemerintah Arab Saudi menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang dinilai memicu kontroversi terkait klaim wilayah di kawasan Timur Tengah.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Riyadh menilai komentar Huckabee sebagai pernyataan yang ceroboh dan berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan yang selama ini sudah sensitif terhadap isu kedaulatan wilayah.
Kontroversi tersebut bermula dari wawancara Huckabee dalam sebuah podcast milik tokoh media Amerika, Tucker Carlson. Dalam perbincangan itu, Huckabee menyebut bahwa Israel memiliki apa yang ia sebut sebagai “hak alkitabiah” atas wilayah yang sangat luas, yang disebut membentang dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Israel mengambil alih wilayah tersebut, Huckabee memberikan pernyataan yang menuai sorotan luas.
“Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya.”
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras karena wilayah yang disebutkan mencakup sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Yordania, Lebanon, Suriah, sebagian wilayah Mesir, Irak, hingga Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menilai komentar tersebut mengabaikan prinsip hukum internasional serta kedaulatan negara-negara di kawasan. Dalam pernyataannya, Riyadh juga menilai pernyataan tersebut bersifat provokatif dan berpotensi memicu konflik serta ketegangan politik di Timur Tengah.
Selain itu, Arab Saudi menegaskan bahwa pandangan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menegaskan bahwa batas wilayah suatu negara tidak boleh diubah secara sepihak atau melalui paksaan.
“Ini adalah preseden berbahaya yang datang dari seorang pejabat resmi Amerika Serikat,” tulis pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi juga meminta pemerintah Amerika Serikat untuk segera memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut, termasuk memastikan apakah komentar Huckabee mencerminkan sikap resmi pemerintah Washington atau sekadar pernyataan pribadi.
Polemik tersebut menambah daftar panjang ketegangan diplomatik yang kerap muncul di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait isu kedaulatan wilayah dan konflik geopolitik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.









