Teheran, CNN Celebes – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan melintasi Selat Hormuz untuk melakukan operasi pembersihan ranjau.
Klaim tersebut disampaikan oleh Komando Pusat Amerika Serikat pada Sabtu (11/4/2026), yang menyebutkan langkah itu dilakukan guna menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur vital distribusi energi dunia, yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Iran. Otoritas Teheran menegaskan tidak ada operasi penanaman ranjau seperti yang dituduhkan.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Iran juga mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap kapal militer asing yang melintas di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, pasukan elite Iran itu menegaskan siap mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang dianggap mengancam kedaulatan dan keamanan nasional mereka.
Sejumlah laporan media internasional menyebutkan, situasi di kawasan Teluk saat ini berada dalam kondisi sensitif, menyusul meningkatnya aktivitas militer dari kedua belah pihak.
Pengamat menilai, eskalasi ini berpotensi memicu ketegangan lebih luas, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan global.
Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim pembersihan ranjau tersebut. Namun, komunitas internasional terus menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah konflik terbuka di kawasan strategis tersebut.









