Menu

Mode Gelap

Internasional · 8 Apr 2026 21:12 WITA

Iran Sambut Gencatan Senjata Dua Pekan, Klaim AS Terima Proposal Damai Teheran


 Iran Sambut Gencatan Senjata Dua Pekan, Klaim AS Terima Proposal Damai Teheran Perbesar

CNNCelebes | International — Iran menyambut positif keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda rencana serangan militer selama dua pekan, sekaligus membuka ruang diplomasi baru di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengonfirmasi adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama 14 hari, yang dilaporkan dimediasi oleh Pakistan. Dalam periode tersebut, Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan memulai perundingan resmi pada 10 April 2026 di Islamabad, Pakistan, sebagai upaya awal menuju penyelesaian damai jangka panjang.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan media pemerintah Iran, Teheran menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah “kemenangan strategis”, seraya mengeklaim bahwa Washington kini bersedia menjadikan proposal damai Iran sebagai dasar pembahasan gencatan senjata.

Iran juga mengklaim bahwa keputusan jeda perang itu terjadi setelah pihak Amerika menerima 10 poin tuntutan utama yang diajukan Teheran. Proposal tersebut disebut mencakup sejumlah isu penting, mulai dari jaminan non-agresi, pencabutan sanksi, pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan uranium, hingga pengaturan akses dan keamanan di Strait of Hormuz, jalur laut vital yang menjadi nadi distribusi energi dunia.

Selain itu, Iran juga disebut menuntut adanya kompensasi atas kerusakan akibat perang, penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan, serta penghentian konflik di berbagai front regional, termasuk di Lebanon.

Langkah diplomatik ini muncul setelah Trump secara terbuka mengumumkan penundaan operasi militer terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan itu sekaligus membuka celah bagi negosiasi intensif setelah sebelumnya ancaman serangan besar sempat memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi eskalasi yang lebih luas.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa penundaan serangan bukan berarti konflik benar-benar berakhir. Ia mengakui telah menerima proposal dari Iran dan menyebutnya sebagai “dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi”, namun belum ada kesepakatan final yang mengikat kedua pihak secara permanen.

Salah satu poin penting dalam perkembangan terbaru ini adalah keputusan Iran untuk kembali membuka akses pelayaran di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Jalur ini sangat krusial karena menjadi lintasan utama sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga stabilitas di kawasan tersebut berpengaruh langsung terhadap harga energi global dan rantai pasok internasional.

Sejumlah pengamat menilai, kesepakatan dua pekan ini belum sepenuhnya menjamin perdamaian. Namun, langkah tersebut dianggap sebagai sinyal de-eskalasi paling signifikan sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, sekaligus menjadi ujian serius apakah jalur diplomasi benar-benar mampu menghentikan konflik terbuka antara Teheran dan Washington.

Dengan dimulainya negosiasi dalam waktu dekat, perhatian dunia kini tertuju pada Islamabad. Pertemuan itu diyakini akan menjadi penentu: apakah gencatan senjata ini hanya jeda sementara, atau justru awal dari kesepakatan damai yang lebih permanen di kawasan Timur Tengah.

Sumber: CNN Indonesia, Al Jazeera, Reuters

 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, AS Klaim Bersihkan Ranjau, Iran Ancam Tindak Tegas

13 April 2026 - 13:15 WITA

Prabowo Ingatkan Masyarakat Waspada Dampak Gejolak Global akibat Konflik Timur Tengah

10 Maret 2026 - 06:45 WITA

Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Nasional, Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Wafat

1 Maret 2026 - 21:33 WITA

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Energi Dunia Terganggu

1 Maret 2026 - 07:47 WITA

Iran Tegaskan Khamenei dan Presiden Pezeshkian Dalam Kondisi Aman di Tengah Eskalasi Konflik

1 Maret 2026 - 07:20 WITA

Arab Saudi Kecam Pernyataan Dubes AS untuk Israel soal Klaim Wilayah Timur Tengah

23 Februari 2026 - 11:53 WITA

Trending di Internasional