PONTIANAK|CNNCELEBES. COM– Rabu (10/6/2026) – Tim investigasi menemukan aktivitas bongkar muat minyak di perairan Sungai Kapuas, dekat kawasan Batu Layang, Kota Pontianak, sekitar pukul 03.30 WIB. Di lokasi, tim juga mendapati sebuah kapal yang diduga tidak menampilkan identitas berupa nama kapal maupun nomor registrasi.
Saat melakukan pemantauan, tim mencium aroma yang menyerupai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari arah kapal yang berada di lokasi aktivitas tersebut.
Awak media kemudian menemui AJ yang mengaku sebagai kapten kapal. AJ membenarkan adanya kegiatan bongkar muat dan menyebut muatan yang dipindahkan merupakan minyak hitam sebanyak tiga ton.
“Ini minyak hitam bang, hanya tiga ton untuk perusahaan Victori. Bongkarnya di sungai, depan Sungai Selamat,” ujar AJ.
Ketika ditanya mengenai dokumen muatan dan legalitas kegiatan, AJ mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan dan mengarahkan awak media kepada FND yang disebut sebagai pengurus.
Namun FND tidak dapat hadir. Sebagai gantinya, hadir RL yang mengaku sebagai pengurus untuk memberikan penjelasan kepada awak media terkait asal-usul muatan dan dokumen yang diminta.
Dalam pertemuan tersebut, RL mengatakan, “Saya tak suka berbelit-belit bang, saya mau berteman.” Namun saat ditanya mengenai dokumen muatan, RL menjawab, “Mana ada dokumen bang, kami beli minyak kencingan.”
Hingga konfirmasi selesai dilakukan, belum ada dokumen yang dapat diperlihatkan kepada awak media untuk memastikan legalitas muatan maupun aktivitas bongkar muat yang berlangsung di perairan Sungai Kapuas tersebut.
Ketua Jurnalis Media Indonesia (JMI) DPD Kalimantan Barat, Johandi, menegaskan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan melakukan verifikasi terhadap seluruh informasi yang diperoleh. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang didukung bukti yang cukup, temuan tersebut akan disampaikan kepada instansi berwenang, baik di tingkat daerah maupun pusat. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.









