Gowa, CNNCelebes – Pemerintah melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial terus mendorong pengentasan kemiskinan dengan menyasar kelompok rentan, lansia, dan penyandang disabilitas. Program ini mengombinasikan bantuan pemenuhan hidup layak (PHL) dengan dukungan kewirausahaan guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dinas Sosial Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan tersebut kepada 158 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Jumat (10/4/2026). Penyaluran dipusatkan di Kantor Pos Tamallaeng, Kecamatan Bontonompo, dengan penerima berasal dari empat kecamatan, yakni Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan.
Bantuan disalurkan secara bertahap selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (11 April 2026). Adapun jenis bantuan yang diberikan meliputi bantuan pemenuhan hidup layak serta bantuan kewirausahaan.
Petugas Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Kamaruddin, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada kelompok yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan taraf hidup.
“Jadi sasaran bantuan ini adalah untuk penyandang disabilitas kemudian lansia yang punya usaha jualan, semacam bantuan modal,” ucap Kamaruddin.
Ia menyebutkan, bantuan kewirausahaan diberikan sebesar Rp4.000.000 per penerima, sementara bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas sebesar Rp1.000.000. Selain itu, setiap penerima manfaat juga memperoleh tambahan uang transportasi dan konsumsi sebesar Rp100.000.
Menurutnya, mekanisme penyaluran dilakukan secara ketat dengan pendampingan langsung dari petugas Rehsos guna memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan.
“Sesuai dengan kebutuhan penerima tapi diluar dari rokok yang utama itu sembako,” ungkapnya.
Pantauan awak media CNN Celebes di lokasi, para penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan validasi langsung diarahkan ke toko grosir swalayan yang berada di sekitar Kantor Pos Tamallaeng. Seluruh proses pembelanjaan didampingi petugas Rehsos, termasuk saat proses pembayaran dimeja kasir.
Petugas terlihat aktif mengawasi agar bantuan dibelanjakan habis sesuai kebutuhan dasar maupun pengembangan usaha, sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas program.
Salah seorang penerima manfaat asal Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Bahar Daeng Ngalle, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah ini, saya langsung belanjakan ini untuk kebutuhan keluarga saya utamanya kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Program ATENSI sendiri merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan perlindungan sosial sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat rentan. Selain bantuan nutrisi dan sembako, program ini juga menyediakan alat bantu fisik seperti kursi roda dan alat bantu dengar, serta pelatihan usaha bagi penerima yang produktif.
Melalui skema ini, pemerintah berharap penerima manfaat tidak hanya terbantu secara sementara, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang.
(Redaksi CNNCelebes)









