Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Apr 2026 06:45 WITA

Wali Kota Makassar Perkuat Kolaborasi dengan Muhammadiyah, Fokus Pendidikan hingga Pengelolaan Sampah


 Wali Kota Makassar Perkuat Kolaborasi dengan Muhammadiyah, Fokus Pendidikan hingga Pengelolaan Sampah Perbesar

Makassar, CNN Celebes – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis.

Hal tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri kegiatan Syawalan 1447 H yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan AP Pettarani, Minggu (12/4/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan daerah.

“Pertemuan ini mungkin bukan yang pertama, tetapi menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah, terus membangun sinergi,” ujarnya.

Munafri menilai Muhammadiyah merupakan elemen penting dalam pembangunan, mengingat luasnya jaringan serta kontribusi nyata di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pun mendorong kader Muhammadiyah untuk terus berperan aktif, khususnya dalam sektor pendidikan. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, membuka peluang kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan skema pembiayaan ditanggung pemerintah.

“Ini bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Makassar,” jelasnya.

Selain itu, Munafri juga menyoroti persoalan sampah di Makassar yang mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Ia mengajak Muhammadiyah untuk turut terlibat dalam edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik, seperti pemilahan plastik bernilai jual hingga Rp6.000–Rp8.000 per kilogram serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga telah mengembangkan metode pengolahan sampah berbasis rumah tangga, termasuk pemanfaatan maggot sebagai pengurai sampah organik.

Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus mendukung pengembangan urban farming di tengah kota.

Munafri bahkan mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi.

“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu kita gunakan untuk urban farming,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Makassar tengah mendapatkan peluang investasi besar melalui proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah dengan nilai mencapai Rp3 triliun.

Proyek tersebut menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam penanganan sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Munafri menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri, kecuali dengan membangun kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya. (**)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jalur Dugaan Solar Subsidi Terungkap, Diduga Diangkut dari SPBU Ambawang ke Gudang di Pontianak Utara

12 Juli 2026 - 18:53 WITA

LSB Karuwisi Teguhkan Harmoni Adat dan Agama Lewat Tradisi Peca Barakka 10 Muharram

26 Juni 2026 - 20:47 WITA

Satu Kelurahan Masuk Zona Merah, Camat Tinggimoncong Ajak Semua Pihak Jaga Generasi Muda

25 Juni 2026 - 20:14 WITA

Gedung Baru Berdiri, Jalan Rusak Jadi Sorotan Warga

17 Juni 2026 - 22:48 WITA

Nama Lain Muncul dalam Sorotan Gudang Oli di Kawasan Pergudangan

14 Juni 2026 - 17:09 WITA

Truk Pengangkut Babi Melintas di Jalan Mayor Alianyang Menuju Sungai Ambawang, Pengendara Keluhkan Bau Menyengat

12 Juni 2026 - 00:33 WITA

Trending di Daerah