Teheran, CNNCelebes – Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran dilaporkan menutup akses pelayaran di Selat Hormuz menyusul serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur strategis tersebut berdampak langsung pada arus distribusi energi global.
Laporan dari media Iran menyebutkan bahwa kapal-kapal yang berada di sekitar wilayah perairan Selat Hormuz menerima peringatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk tidak melintas hingga situasi keamanan dinyatakan stabil. Langkah ini diambil di tengah serangan balasan Iran terhadap sejumlah target militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sumber yang dikutip kantor berita Tasnim News Agency mengungkapkan bahwa serangan balasan Iran disebut telah menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan. Selain itu, IRGC juga mengklaim adanya serangan terhadap kapal perang pendukung milik Amerika Serikat yang dilakukan oleh unit Angkatan Laut mereka.
Sementara itu, laporan The Independent menyebutkan penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai respons langsung terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dampaknya, sejumlah perusahaan energi global serta lembaga perdagangan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair.
Berdasarkan data jalur perdagangan energi internasional, Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint terpenting dunia karena menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Gangguan di wilayah tersebut juga dilaporkan memengaruhi aktivitas kapal tanker LNG serta berpotensi mengganggu ekspor energi dari Qatar. Situasi ini masih terus dipantau oleh komunitas internasional mengingat dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.









