Ketapang CNNCELEBES.COM– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga masih berlangsung di wilayah Dusun Kuala Laur, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.
Keberadaan puluhan ponton yang beroperasi di aliran Sungai Pawan disebut telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat.
Menurut keterangan warga, aktivitas pertambangan tersebut diduga berlangsung cukup lama dan menyebabkan perubahan kondisi air Sungai Pawan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, hingga berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.
Warga mengaku kondisi air sungai kini terlihat lebih keruh dibandingkan sebelumnya. Mereka khawatir aktivitas PETI yang terus berlangsung dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada aliran Sungai Pawan.
“Sudah lama sungai ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sekarang kondisinya berubah dan semakin keruh,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keberadaan puluhan ponton yang diduga beroperasi secara bebas di kawasan tersebut juga memunculkan pertanyaan masyarakat terkait pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin.
Masyarakat berharap instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan legalitas aktivitas pertambangan tersebut serta mengantisipasi dampak lingkungan yang lebih luas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas PETI di Dusun Kuala Laur, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.









