Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 14 Apr 2026 07:27 WITA

Sejumlah Ormas Laporkan JK ke Polda Metro Buntut Ceramah di Masjid UGM


 Sejumlah Ormas Laporkan JK ke Polda Metro Buntut Ceramah di Masjid UGM Perbesar

Jakarta, CNN Celebes – Sejumlah organisasi masyarakat, di antaranya Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia dan Pemuda Katolik, melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut dilayangkan buntut pernyataan Jusuf Kalla dalam sebuah ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai memicu polemik di ruang publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan itu telah teregister dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA dan LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA.

Dalam laporan tersebut, pelapor menilai pernyataan Jusuf Kalla mengandung dugaan penistaan agama sebagaimana diatur dalam sejumlah pasal pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menekankan pentingnya meluruskan pemahaman publik terkait ajaran Kristiani, khususnya mengenai nilai dasar kasih.

“Dalam ajaran Kristiani, kasih adalah hukum yang utama. Iman kami tidak mengajarkan kekerasan sebagai jalan kesaksian, melainkan pengorbanan, kerendahan hati, dan kesediaan menderita tanpa membalas,” tegasnya dalam keterangan, Senin (13/4).

Ia menjelaskan bahwa konsep mati syahid dalam tradisi Gereja tidak dimaknai sebagai tindakan menyerang atau menghilangkan nyawa orang lain, melainkan sebagai bentuk kesetiaan pada iman.

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Ini menunjukkan bahwa kasih dalam iman Kristiani bersifat radikal, melampaui logika balas dendam,” ujarnya.

kepercayaan dan persatuan,” tandasnya.

Pihak Jusuf Kalla Beri Klarifikasi

Menanggapi laporan tersebut, pihak Jusuf Kalla melalui juru bicaranya, Husein Abdullah, memberikan klarifikasi.

Ia membantah tuduhan yang dialamatkan kepada Jusuf Kalla dan menyebut bahwa pernyataan dalam ceramah tersebut tidak disampaikan secara utuh dalam video yang beredar di media sosial.

Dalam potongan video yang viral, Jusuf Kalla menyampaikan:

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.”

Pihaknya menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bagian dari penjelasan mengenai dinamika konflik sosial di masa lalu, bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu.

Hingga saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap penanganan oleh pihak kepolisian.

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Seluruh pihak yang disebutkan masih berstatus dugaan dan belum tentu bersalah. Proses hukum menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab bagi semua pihak.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Rektor UMI Kecam Framing Pidato Jusuf Kalla, Sebut sebagai Manipulasi Informasi Menyesatkan

16 April 2026 - 05:40 WITA

Guru Swasta di Medan Diamankan, Polisi Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

14 April 2026 - 06:07 WITA

Gelar Pesta Ballo Hingga Larut Malam, Bikin Resah Warga Polsek Manggala Bertindak Cepat

9 April 2026 - 05:33 WITA

Tinggalkan HP di Mess, Karyawan di Maros Jadi Korban Pencurian, Pelaku Dibekuk Tim Jatanras

8 April 2026 - 22:16 WITA

Polsek Semendawai Suku III Tangkap Pelaku Perampokan di Melati Agung

8 April 2026 - 21:41 WITA

Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim soal Tuduhan Dana Isu Ijazah Jokowi

6 April 2026 - 07:26 WITA

Trending di Hukum & Kriminal